Bersih belum tentu Suci!!

Persepsi “bersih” seseorang dapat berbeda dengan orang lain. Sangat relatif karena dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti : budaya, gaya hidup, tempat tinggal/geografis, pendidikan dan termasuk faktor ekonomi.

Kebersihan lebih mengacu pada tingkat higienis. Tidak ada penyeragaman. Sedangkan Suci, kaitannya dengan syariat islam sehingga makna akan suci adalah sama. Suci badan, pakaian, dan tempat yaitu terbebas dari hadats dan najis. Begitu pula dengan tata cara dan sarana mensucikan juga sudah ditetapkan.

“Dan pakaianmu, maka sucikanlah.” {QS: Al-Muddatstsir:4}

Rukun Islam setelah syahadat adalah shalat, diantara syarat sah nya sholat adalah bersuci (thaharah) yaitu menghilangkan hadats dan membersihkan najis. Menghilangkan hadas adalah dengan berwudlu / tayamum dan mandi janabah. Sedangkan najis harus di hilangkan dan dibersihkan dari tiga hal: badan, pakaian dan lantai tempat shalat, Sehingga mutlak bahwa badan, pakaian dan tempat sholat harus SUCI saat di gunakan utk ibadah sholat.

“Bersihkan dirimu dari kencing, sebab kebanyakan siksa kubur disebabkan olehnya.” {HR ad-Daraqutni}

Kemajuan teknologi berkembang cepat dengan beraneka bentuk dan fungsinya yang kesemuanya bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup serta memudahkan manusia. Pengaruh perkembangan teknologi telah merubah gaya hidup hampir seluruh lapisan masyarakat.

Banyak dampak yang dirasakan, lebih efektif, efisien, atau bahkan hanya sekedar mengejar gaya hidup.

Dalam konteks Bersuci-pun tanpa disadari tersentuh oleh peran teknologi, lihat disekitar kita toilet-toilet di mall atau hotel berbintang yang kadang menyulitkan kita saat membersihkan najis. (dimodifikasi dengan sensor otomatis)

Begitu pula dengan hadirnya mesin cuci yang semakin canggih, yang justru dalam prosesnya meninggalkan tatacara bersuci sesuai syariat.

Kerap ditemukan dikalangan rumah tangga atau Jasa Laundry disekitar kita dimana Proses Pensucian pakaian dikesampingkan karena alasan efisiensi air, biaya listrik, tidak ada tempatnya, atau karena ribet cari jalan yang lebih mudah dan cepat. Karena begitu simplenya proses hingga lalai mencuci pakaian tanpa menghilangkan najis.

Sekedar saling mengingatkan, semoga saudaraku tidak lalai dalam bersuci, [suci badan, pakaian dan tempat]